Minggu, 03 Februari 2013

Salju 'Turun' di Malaysia



Untuk merasakan dinginnya salju, tak harus jauh-jauh ke Eropa, Malaysia juga punya. Negeri Jiran ini punya Rumah 4 Musim di Taman Botani Shah Alam, Selangor. Anda pun bisa merasakan dinginnya salju yang turun di sana.

Negara tropis seperti Indonesia, Malaysia, dan Singapura pada umumnya memiliki 2 musim, yaitu panas dan penghujan. Namum dinginnya salju bisa dirasakan di Taman Botani Negara Shah Alam, Selangor, Malaysia.

Musim salju biasanya bisa dirasakan hanya di negara-negara dengan 4 musim. Di Selangor, tepatnya Taman Botani Negara Shah Alam, Anda bisa merasakan dinginnya salju, hangatnya musim semi, panasnya musim panas, dan sejuknya musim gugur.

Tim Gowes Keliling Malaysia rupanya sedang beruntung kali ini. Kami bisa merasakan dinginnya salju yang suhunya dibawah -2 sampai -7 derajat Celcius.

Biaya yang dibutuhkan untuk datang ke sana pun tidak begitu mahal. Turis cukup merogoh kocek sekitar RM 5 (Rp 15.700) untuk bisa merasakan 4 musim yang diinginkan.

Namun, wisatawan harus memerhatikan waktu jika ingin merasakan musim salju di sini. Hal ini karena musim salju hanya ada pada bulan Desember sampai Februari saja. Ya, kultur musim di Rumah 4 Musim ini menganut kultur musim yang sama dengan negara-negara di Eropa.

Perubahan musim di rumah ini berubah setiap tiga bulan sekali. Perubahannya juga butuh 2 minggu untuk membuat musim yang sama persis dengan negara-negara di Eropa.

Siapa mau salju di negara tropis? Datang saja kemari.

http://travel.detik.com/read/2013/02/02/104332/2159361/1025/salju-turun-di-malaysia?vt22021381

Siapa Sangka, Bali Juga Punya Bukit 'Teletubbies'


Bali identik dengan hamparan pantaiiya. Tapi, ada hal yang berbeda ketika Anda mengunjungi Pulau Nusa Penida. Pulau di bagian tenggara Bali ini ternyata mempunyai bukit hijau yang mirip di film 'Teletubbies'. Keren!

Ketika saya berkunjung ke tempat teman di Denpasar, tiba-tiba tercetuslah ide untuk mengunjungi pulau di tenggara Bali. Terdapat 3 pulau di sana yaitu Nusa Lembongan, Nusa Ceningan, dan paling besar adalah Nusa Penida. Kami menuju ke sana dengan ferry dari Pelabuhan Padang Bai.

Selain harga tiket yang murah, kami juga bisa membawa sepeda motor. Saya dan yang lain pun menghabiskan waktu perjalanan selama satu jam dengan ferry ini. Pulau Nusa Penida cenderung tandus. Untuk makan nasi, masyarakat sekitar membelinya dari Bali.

Tanaman yang bisa di temukan di hampir seluruh bagian pulau adalah jambu monyet dan duwet. Di beberapa tempat kami juga menjumpai monyet, tapi mereka masih takut bertemu manusia. Di sini hampir setiap rumah memiliki sumur untuk menampung air.

Kami mengelilingi pulau dari arah timur, tenggara, selatan, lalu kembali ke pelabuhan dalam waktu 4 hari 3 malam. Rencana awal, hanya menginap satu malam, tapi apa daya, pesona pulau ini memaksa kami untuk tinggal lebih lama.

Karena penginapan hanya ada di daerah pelabuhan (Sampalan dan Toyapekeh), jadi kami menginap di rumah warga. Tenang saja, mereka sangat ramah-kepada kami.

Banyak pantai-pantai yang bagus dan sepi. Berkeliling di bukit juga tak kalah menariknya. Tempat yang saya suka di daerah Tanglad dan Batukandik. Di Tanglad, bukitnya seperti film 'Teletubbies'. Selain itu, dari sini terlihat pemandangan ke arah Pulau Lombok.

Sedangkan di Batukandik terdapat pura, pemandangan bukit serta jalan di sini sangat cantik. Bahkan di hari terakhir sebelum kami pulang, terlihat Gunung Agung menjulang tinggi. Cantiknya!

http://travel.detik.com/read/2013/02/01/003142/2158178/1025/siapa-sangka-bali-juga-punya-bukit-teletubbies?vt22011381

Tak Bisa Diving, Coba Tur Kapal Selam di Hawaii



Bagi traveler yang tidak bisa diving tapi ingin menyaksikan indahnya alam bawah laut di Hawaii, AS, jangan bersedih. Wisatawan bisa ikut tur kapal selam. Jadi tak perlu basah-basahan untuk melihat seksinya alam bawah laut Hawaii.

Untuk bisa mengikuti tur ini, Anda harus terlebih dulu datang ke Pantai Waikiki, Hawaii. Sebab di sinilah kantor dari Atlantis Submarines International, Inc. berada. Perusahaan tur tersebut yang akan melayani perjalanan Anda yang ingin menyaksikan indahnya alam bawah laut Hawaii tanpa diving.

Seperti yang detikTravel lihat dari situs resmi Atlantis Submarines, Senin (5/2/2013), pertama Anda harus mendaftarkan diri di loket khusus Atlantis Submarines. Anda bisa memilih 3 rute penyelaman yang disediakan, yaitu di perairan Pantai Waikiki, Maui, dan Kona.

Anda juga harus membayar tiket sebesar USD 124 (Rp 1.200.000) untuk dewasa dan USD 53 (Rp 513.000) untuk anak-anak. Bagi yang medaftarkan diri via online atau langsung di situs resminya, Anda akan mendapatkan potongan sebesar USD 10 (Rp 96.000).

Setelah mendaftarkan diri, Anda akan diantar menuju dermaga bersama turis lainnya. Di sini, Anda tidak langsung naik ke kapal selam, tapi ada kapal yang berukuran sedang yang akan mengantarkan Anda menuju lokasi kapal selam di tengah laut. Di sana, sudah ada beberapa kru dari Atlantis Submarines yang akan menyambut kedatangan sekaligus membantu Anda berpindah kapal.

Tak perlu waktu lama, Anda akan diajak langsung masuk ke dalam perut kapal selam. Di sana ada sekitar 40-an bangku yang sudah disiapkan. Masing-masing bangku terdapat satu kaca bulat berukuran besar untuk melihat ke luar.

Pintu ditutup, mesin kapal selam pun mulai dinyalakan. Itu tandanya Anda akan segera berangkat menuju lokasi yang sangat indah di tengah lautan. Kerumunan ikan-ikan kecil yang lucu dan berwarna-warni sudah pasti akan Anda saksikan. Ada juga lumba-lumba yang sesekali melintas di dekat kapal. Penyu besar yang menari-nari indah. Belum lagi terumbu karang yang eksotis menambah keindahan lautnya.

Asyiknya lagi, di dekat kaca ada sebuah poster besar dan buku panduan yang menampilkan informasi berbagai jenis ikan dan terumbu karang. Jadi Anda tidak perlu bingung tentang nama ikan yang Anda lihat di luar. Tinggal mencocokkan saja bentuk dan warnanya dengan yang ada di poster dan buku panduan tersebut.

Sesekali waktu, Anda juga akan berjumpa dengan para diver yang kebetulan sedang menyelam di sana. Khusus di Maui, Anda akan melihat pemandangan bangkai Kapal Carthaginian yang tenggelam dan sudah ditutupi karang.

http://travel.detik.com/read/2013/02/04/100612/2160208/1383/tak-bisa-diving-coba-tur-kapal-selam-di-hawaii?vt22021381

Inilah Kearifan Lokal dan Sisi Unik Kampung Bena, Flores




Tak hanya alam bawah laut, Flores di NTT juga punya hal lain mengagumkan, yaitu kearifan lokal Kampung Bena. Di sana, Anda bisa melihat bangunan perkampungan yang unik, hingga benda yang digunakan sebagai simbol kehidupan.

Pulau Flores memang memiliki banyak pesona. Salah satunya adalah Kampung Bena yang terletak di Kabupaten Ngada.

Kampung Bena dihuni oleh 9 suku yang masing-masing memiliki Ngadu dan Baga sebagai simbol nenek moyang laki-laki dan perempuan. Rumahnya berderet rapi di kanan dan kiri. Melihat ke bagian depan rumah, terdapat tanduk-tanduk kerbau, rahang dan taring babi, yang merupakan lambang status sosial orang Bena.

Ujung kampung berbentuk puncak dan terdapat altar. Dari sana, turis bisa melihat Gunung Inerie lebih jelas.

http://travel.detik.com/readfoto/2013/01/28/203703/2154608/1026/1/inilah-kearifan-lokal-dan-sisi-unik-kampung-bena-flores?vt22011381

5 Jurus Jitu untuk Traveling Satu Hari yang Berkesan

One day traveling atau traveling ke suatu destinasi hanya dalam satu hari, kini banyak dipilih traveler. Tapi ada trik khusus untuk traveler dengan gaya ini, agar liburan Anda terasa maksimal.

Liburan ke daerah tertentu hanya dalam satu hari, memang tengah marak di kalangan traveler. Biasanya, destinasi yang dipilih adalah daerah yang lumayan dekat, seperti Jakarta-Bandung, atau Jakarta-Cirebon.

Namun, untuk bisa menikmati traveling hanya satu hari ini diperlukan trik khusus. Salah-salah strategi, bisa jadi liburan Anda malah berantakan.

Dikumpulkan detikTravel, Senin (4/2/2013) inilah 5 kiat untuk Anda yang akan traveling satu hari alias one day traveling:

1. Tentukan daerah yang akan dikunjungi

Sebelum berangkat, hal pertama yang dilakukan adalah menentukan destinasi mana yang akan dikunjungi. Pilihlah daerah yang tidak terlalu jauh, atau daerah yang bisa dikunjungi dengan waktu tempuh tak terlalu lama.

Untuk jalur darat, idealnya daerah yang dikunjungi bisa ditempuh maksimal 3 jam, pulang pergi menjadi 6 jam. Jika menggunakan jalur udara alias pesawat, pilihlah destinasi yang bisa dicapai maksimal 2 jam, pulang pergi menjadi 4 jam. Hal ini karena jika lebih dari itu, waktu Anda hanya akan habis di perjalanan.

2. Pastikan tempat-tempat wisata yang akan dikunjungi berjarak tak terlalu jauh

Setelah menentukan daerah mana yang akan dikunjungi, lanjutkan perencanaan dengan menentukan tempat wisata. Pastikan kawasan wisata yang Anda kunjungi berjarak tidak jauh satu sama lain. Ini untuk menghemat waktu selama di tempat tujuan. Jadi, lokasi wisata yang akan dikunjungi pun bisa lebih banyak.

3. Berangkat pagi dan pulang malam

Setelah dua poin di atas terpenuhi, langkah selanjutnya adalah menentukan jam berangkat dan pulang. Jika ingin merasakan liburan maksimal dengan banyak mengunjungi tempat wisata, sebaiknya berangkat pagi hari dan pulang malam hari.

Jika naik kereta, pilih kereta pertama yang berangkat ke daerah tujuan. Jika naik pesawat, pilihlah penerbangan pertama. Sebaliknya, untuk waktu pulang, pilihlah kereta/pesawat terakhir.

4. Gunakan kendaraan yang mudah seperti ojek

Jika sudah tiba di daerah tujuan, sebaiknya pilih ojek sebagai transportasi. Ada banyak pertimbangan kenapa memilih ojek. Salah satunya adalah ojek termasuk kendaraan yang bebas macet.

Transportasi ini bisa melalui jalan sempit atau jalan alternatif yang mungkin tidak bisa dilalui mobil. Ini jelas mempercepat waktu Anda mencapai destinasi tujuan. Tapi jika di destinasi tujuan tidak ada ojek, carilah moda transportasi lain yang bisa membawa Anda berkeliling dengan cepat.

5. Patuhi itinerary

Ini hal terakhir perlu diperhatikan traveler. Untuk mendapatkan liburan satu hari yang maksimal dan berkesan, Anda harus mematuhi itinerary yang telah dibuat. Mulai dari waktu berangkat, lama waktu selama di lokasi wisata, hingga tempat-tempat mana saja yang akan dikunjungi, harus Anda ikuti sesuai itinerary yang telah dibuat.

Ingat, waktu Anda terbatas. Jangan tergoda dengan aneka tempat belanja atau destinasi yang tidak ada dalam itineraru awal Anda. Salah-salah, agenda liburan Anda bisa kacau dan liburan tidak bisa dinikmati dengan maksimal.

Selamat liburan!

http://travel.detik.com/read/2013/02/04/094406/2160176/1048/5-jurus-jitu-untuk-traveling-satu-hari-yang-berkesan?vt22011381

Jumat, 01 Februari 2013

Satu Lagi Pantai Sepi dan Cantik di Bali: Pantai Atuh




Takkan habis menjelajah pantai-pantai di Bali. Salah satu pantai cantik, sepi dan indah di sana adalah Pantai Atuh di Nusa Penida. Serasa di pantai pribadi!

Berkeliling pulau kecil bernama Nusa Penida di Bali merupakan pengalaman yang tak akan terlupakan. Pantai pertama yang kami kunjungi ialah Pantai Atuh. Dari pelabuhan kita menuju ke arah timur, sekitar 15 km, tanyakan saja pada penduduk setempat.

Banyak akses menuju pantai berpasir putih ini, namun semua jalur hanya bisa ditempuh dengan berjalan kaki. Kami tidak sengaja sampai di salah satu desa bernama Pelilit, dan ada seseorang yang menunjukkan jalur ke pantai.

Dari atas bukit terlihat pantai berpasir putih dan air laut yang biru. Batu besar di depannya membuatnya terlihat seperti sebuah pulau. Turun dari bukit, kita melewati perkebunan warga, terdapat banyak pohon kelapa di sana.

Sesampainya di pantai, tidak ada seorang pun, hanya saya bersama seorang teman. Kebetulan matahari hampir tenggelam, sinarnya membuat bebatuan di tebing menjadi indah, air lautnya pun menjadi biru toska.

Akses lain menuju Pantai Atuh ialah melalui Desa Cemlagi. Di desa ini kami mendapat tawaran untuk menginap gratis karena sudah malam dan tidak ada penginapan di sekitarnya.

http://travel.detik.com/read/2013/01/30/130439/2156264/1025/1/satu-lagi-pantai-sepi-dan-cantik-di-bali-pantai-atuh#topart

Traveling ke Bukittinggi, Jangan Cepat Tidur di Malam Hari

Bukittinggi di Sumbar wajib menjadi destinasi liburan Anda. Udara segar dan beragam destinasi wisata, dijamin akan menyegarkan pikiran. Tapi rupanya, Bukittinggi juga asyik dijelajahi saat malam hari lho. Mau coba?

Saat berkunjung ke Sumatera Barat, jangan lupa untuk mampir ke Bukittinggi. Kota yang bisa dijangkau sekitar 2 jam dari Padang ini, terkenal sebagai destinasi yang menarik. detikTravel pun berkesempatan menjelajahi kota kelahiran Bung Hatta tersebut beberapa waktu lalu.

Bukittinggi memiliki jenis wisata yang lengkap. Pasar Lereng dan Pasar Atas menyuguhkan berbagai jenis makanan khas Minang, cocok bagi Anda yang gemar wisata. Museum Rumah Bung Hatta dan Lobang Jepang, adalah pemuas hasrat traveler yang gemar mempelajari sejarah. Sedangkan Ngarai Sianok, Jam Gadang, dan Taman Panorama, merupakan tempat-tempat asyik bagi traveler yang doyan bermain dengan kamera.

Dari pagi sampai malam, Anda bisa menjelajahi tiap tempat wisata di Bukittinggi. Nah, jangan hentikan perjalanan Anda saat malam hari menjelang. Langkahkan kaki Anda menuju pelataran Jam Gadang. Sebab, saat itulah wilayah di sekitarnya kebanjiran masyarakat sekitar dan traveler.

Dari pelataran Jam Gadang, Anda bisa duduk-duduk di sekitar area tamannya. Terdapat beberapa bangku taman yang disediakan untuk wisatawan. Tapi, tak sedikit juga wisatawan yang duduk di tangga-tangga pelataran Jam Gadang.

Sambil ditemani udara yang dingin, Jam Gadang akan terlihat cantik dengan cahaya-cahaya lampu yang menyinarinya. Siapa pun pasti terkesima melihat Jam Gadang yang elok ini. Jangan ragu, keluarkanlah kamera dan potretlah jam bersejarah tersebut. Atau, Anda juga bisa berpotret dengan Jam Gadang sebagai latarnya. Tak hanya Anda, masyarakat Bukittinggi juga gemar berfoto-foto di sini.

Puas bermain di Pelataran Jam gadang, Anda bisa berburu suvenir di pasar. Letaknya tidak jauh dari pelataran. Di sana terdapat banyak penjual kaus dengan gambar-gambar khas Bukittinggi, yaitu Jam Gadang atau Ngarai Sianok, dan kaus-kaus bertuliskan 'I Love Bukittinggi'.

Harga kausnya juga tidak mahal-mahal amat, berkisar mulai dari Rp 20 ribu sampai Rp 100 ribu/buah, tergantung bahannya. Selain kaus, masih ada gantungan kunci, miniatur Jam Gadang, dan lain-lain.

Puas berbelanja, jangan pulang ke hotel dulu. Di Pasar Atas juga banyak pedagang yang menyajikan berbagai macam kuliner khas Minang. Banyak pedagang yang menggunakan gerobak atau menggunakan tenda, tentu dengan menu yang berbeda. Tinggal pilih sesuai selera!

Teh talua adalah minuman yang wajib Anda coba. Teh ini merupakan teh yang dicampur dengan telur, biasanya telur ayam atau telur itik. Meski demikian, tidak ada bau amis dari teh ini. Warnanya kecokelatan dan terlihat sangat pekat.

Slurp! Rasanya benar-benar enak. Panasnya teh talua juga pas untuk menghangatkan badan. Memang, paling enak kalau minum teh talua saat panas. Aromanya juga wangi, sekali coba dijamin ketagihan!

Selain itu, ada berbagai kuliner yang bisa Anda coba. Ada nasi goreng, sate, dan masih banyak lagi. Ingat, ada baiknya Anda bertanya terlebih dulu harga per porsi sebelum memesan makanan.

Bukittinggi memang asyik dijelajahi saat malam hari. Kota ini pun juga ramah dengan traveler. Berbagai tempat wisatanya akan membuat kangen saat Anda meninggalkan kota yang pernah menjadi ibukota Indonesia ini. Selamat traveling ke Bukittinggi!

http://travel.detik.com/read/2013/02/01/191010/2159143/1383/traveling-ke-bukittinggi-jangan-cepat-tidur-di-malam-hari?vt22011381